Thursday, October 2, 2008

Analisa Fundamental (2) : Mahal vs Murah

UNVR

INDF

MYOR

Gross Margin

50.29%

25.73%

20.03%

Net Profit Margin

16.34%

6.47%

4.91%

Operating Margin

22.93%

12.99%

8.06%

ROA

37.36%

8.55%

7.79%

ROE

86.71%

21.21%

14.47%

ROI

80.32%

16.76%

10.32%

Book Value

365.00

883.85

1536.00

DER

N.A

1.59

0.7

EPS FY 08 Forecast

360

195

240

Share Price

7500

2000

1400

PER

20.83

10.26

5.83


Secara sekilas, MYOR memiliki PER dan PBV yang paling kecil sedangkan UNVR memiliki PER dan PBV yang paling besar. Apakah berarti MYOR yang paling murah sedangkan UNVR yang paling mahal. Ternyata tidak selalu demikian.
 
PER yang besar juga bisa menandakan bahwa investor mengharapkan pertumbuhan perusahaan yang pesat di masa depan, sehingga berani membayar mahal untuk saham tersebut. Waren Buffet perah berkata "Jika anda menginginkan bisnis yang bagus, anda harus rela membayar lebih mahal".
 
Dalam meng analisa keuangan,juga perlu dilihat faktor lain selain PER. yaitu faktor RESIKO yang terlihat dari net profit margin. Pada MYOR, walau PER yang paling kecil, juga memiliki Net Profit margin yang kecil pula. Hal ini dinilai kurang baik, karena dengan Net Profit Margin yang kecil, akan membuat perusahaan amat rentan dengan berbagai perusahaan.
 
Contohlah, Perusahaan A dan B, memproduksi 1 jenis produk. Perusahaan A Net Profit Margin 20%, sedangkan B, 5%.  Perusahaan A kemudian ingin melakukan expansi konsumer sehingga menekan harga dan melakukan promosi gencar. Hal ini berakibat Net profit margin perusahaan A sementara turun menjadi 10%, dan juga perusahaan A mendapatkan lebih banyak pelanggan (yang awalnya dari perusahaan B).
 
Dan perusahaan B pun kehilangan pelanggan lama mereka yang beralih ke produk perusahaan A. Karena net profit margin yang cuma 5%, maka perpindahan pelanggan ke perusahaaan A menurunkan Net Profit margin.
 
Contoh lain, Perusahaan A dan Perusahaan B, memproduksi barang yang sama. NPM (Net proit margin) A = 20%, NPM B = 5%. Ketika ada kenaikan harga bahan baku, Perusahaan A, NPM mnjadi 15% sedngkan perusahaan B merugi.
 
Net profit margin yang kecil juga menggambarkan bahwa perusahaan tidak mampu melakukan inovasi sehingga hanya berkutat di satu jenis barang yang di pasaran makin JENUH. Atau dengan kata lain, banyak barang sejenis di pasaran dari produsen lain yang bisa menjual dengan harga yang lebih murah.sehingga terjadi PERANG HARGA.
 
Net profit margin yang besar bisa berarti bahwa perusahaan mampu mlakukan inovasi sehingga tidakterjebak kepada siatu kondisi perang harga  yang mengakibatkan profit margin makin kecil. sehingga semuanya rugi.
 
Ada istilah dalam marketing : BLUE OCEAN MARKETING dimana perusahaan membuat inovasi sehingga tidak terjebak dalam siatuasi RED OCEAN yang penuh darah akibat persaingan perang harga.
 
Juga bisa dilihat dari DER. Makin besar DER, seharunya, PER juga makin kecil sebab RESIKO hutang pun membesar. Karena beban yang harus dikeluarkan untuk membayar hutang dan bunga hutang pun makin besar sehingga resiko pun meningkat.
 
Rmus yang ditawarkan

UNVR

INDF

MYOR

Gross Margin

50.29%

25.73%

20.03%

Net Profit Margin

16.34%

6.47%

4.91%

Operating Margin

22.93%

12.99%

8.06%

ROA

37.36%

8.55%

7.79%

ROE

86.71%

21.21%

14.47%

ROI

80.32%

16.76%

10.32%

Book Value

365.00

883.85

1536.00

DER

N.A

1.59

0.7

EPS FY 08 Forecast

360

195

240

Share Price

7500

2000

1400

PER

20.83

10.26

5.83

 
Nilai = A + B - C
A = (NPM / PER) x 100%
B = (ROA + ROE + ROI) / 3
C = DER x 100
UNVR :
A = 16.34 / 20.83 = 78%
B = (37 + 86 + 80) / 3 = 67
C = 0 x 100 = 0
Total = 154
 
Dengan menggunakan rumus yang sama, didapatkan nilai :
INDF = -80
MYOR = 25
 
INDF berada dalam posisi yang amat berbahaya (sesuai dengan data dari lap keuangan FY07), namun INDF memakai dana hutang untuk akusisi LSIP, jika pada tahun ini hasil dari LSIP amat signifikan sehingga dapat menaikan NET Profit Margin serta membayar hutang maka bisa mningkatkan poin yang didapat oleh INDF. Untuk sementara UNVR masih memimpin.
 
Rumus di atas merupaan rumus yang dibentuk sebagai suatu PENDEKATAN TEKNIS dari berbagai rasio keuangan perusahaan dan masih perlu tetap diuji kembali. Setiap sektor punya standart yang berbeda - beda. Makin tinggi nilai, maka harga dapat dikatakan lebih murah atau memiliki tingkat resiko yang lebih rendah.
 
*DER UNVR = Data dari www.ft.com menyebutkan UNVR memiliki hutang yang sangat kecil atau tidak memakai hutang.
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com

Monday, September 29, 2008

Selamat Idul Fitri

Abah dan segenap tim dolgado mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri,
Mohon maaf lahir dan bathin....

Peringatan, Segera Cut Loss (Maafkan) Kesalahan sesama anda, agar loss anda tidak makin besar, well, sakit hati selalu bearish jadi sebaiknya cut loss saja atau seluruh porto HATI anda akan habis, dan hati anda akan bangkrut. 

Sucikan hati anda sebening sinyal XL, mulai lagi semuanya dari 0 seperti pertamina, agar hati kita selalu putih seputih salju.
 
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com



Sunday, September 28, 2008

Asuransi

Bisnis asuransi merupakan bisnis pertangungan. Dimana perusahaan penanggung (Perusahaan Asuransi) mengikatkan diri untuk menanggung kerugian yang diterima oleh si tertanggung, sebagai gantinya, si tertanggung selama suatu periode tertentu memberikan premi kepada Penanggung. 

Penanggung menggunakan ilmu probabilitas untuk menghitung resiko. Misalnya dari statistik didapat bahwa pengemudi yang baik memiliki resiko yang jauh lbeih renda daripada pengemudi ugal - ugalan. Biasanya perusahaan asusansi akan membebankan  premi yang lebih rendah kepada si pengemudi yang baik daripada yang ugal -- ugalan.

Contoh lain yang lebih umum adalah asuransi kesehatan. Jika dibaca pada brosur asuransi kesehatan, daat terlihat bahwa makin tua umur seseorang maka premi yang harus dia bayarkan akan makin besar. sebab sesuai dengan probabilitas, makin tua makin sering sakit, maka RISK yang diterima oleh perusahaan Asuransi makin besar, sehingga harus sebanding dengan premi yang Perusahaan Asuransi terima. HIGH RISK HIGH GAIN.

Perusahaan asuransi kemudian menerima Premi secara kontinu atau berkelanjutan, premi ini kemudian diolah ke dalam instrumen keuangan seperti saham/valas/pinjaman , dll. Sehingga diharapkan hasil olahan ini berada di atas klaim yang diajukan oleh tertanggung pada saat terjadi hal yang menyebabkan klaim menjadi sah.

Conoth, perusahaan asuransi menerima 10 juta per tahun dari 1000 orang , masing - masing jika ada kecelakaan akan mendapat 500 Juta. Maka perusahaan asuransi mendapatkan 10 miliar per tahun. Dengan probabilitas 5% yang menyatakan klaim dalam 10 tahun, maka dapat dihitung probabilitasnya :

Premi yang diterima = 10 Tahun x 10 juta x 1000 orang = 100 Miliar
Klaim = 5% x 1000orang  x 500 juta  = 25 Miliar
===========================================
Total Premi Bersi Yang Diterima Setalah Klaim = 75 Miliar
Dengan Bunga Obligasi 10% per Tahun, selama 10 tahun, 
75 miliar akan menjadi 194 Miliar, dikurang dengan premi yang harus dikembalikan ke tertanggung pada saat jatuh tempo 194 - 100 miliar = 94 Miliar (LABA)


Dapat dilihat bahwa keuntungan yang bisa didapat oleh perusahaan Asuransi bisa sangat besar,namun hal ini juga tergantung dari KEJELIAN perusahaan asuransi melihat probabilitas dalam mengecek calon nasabah. Sebuah perusahan asuransi yang baik sebaiknya memilih nasabah dengan tingkat resiko yang lebih rendah daripada tingkat resiko yang lebih tinggi. dan juga keuntungan perusahaan asuransi ini tergantung dari hasil investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Pada contoh di atas, dipakai 10% sebagai patokan. Jika bisa lebih besar maka lebih baik.

Namun tentu saja sah - sah saja untuk memiliki nasabah dengan tingkat resiko tinggi asalkan premi yang dibayarkan juga setimpal resiko yang diterima oleh perusahaan Asuransi. Sebagai contoh, Warren Buffet Menerima untuk meng asuransikan Alex Rodrigerz terhadap cedera dengan klaim $1 Miliar atau lebih, atau sebuah lotere di internet, kata Vice President perusahaan Asuransi Buffet mengatakan , "Selama preminya lebih tinggi ketimbang kemungkinanya, kami nyaman - nyaman saja"

Bisnis asuransi juga diuntungkan dengan kesadaran masyarakat yag makin tinggi (terutama di negara - negara berkembang) untuk meng asuransikan resiko yang mungkin didapat.
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com


Saturday, September 27, 2008

Sustainable Company

Saran dan Sumber Bacaan  : Hermawan Kartajaya on Marketing
Ada 3 aspek perubahan yang perlu diwaspadai oleh sebuah perusahaan
 
1. Political Change
Hal ini meliputi penggantian sistem negara, penggantian kepemimpinan. Apalagi dalam negara berkembang yang terkenal dengan sistem ekonomi yang kental dengan BACKINGAN oknum - oknum tertentu dalam pemerintahan. Sehingga biasanya perusahaan yang memiliki orang dalam pemerintahan / politik maka jalan nya akan lebih mulus. Sebalikya perusahaan tersbut juga,jika ada reformasi dalam tubuh kabinet, maka bisa terancam bahaya..
 
Tebak - tebakan : 
Ada Grup yang pimpinan / pemegang sahamnya adalah orang pemerintahan.
Grup apakah itu ?
Selama ini, grup ini sering mendapatkan proyek - proyek besar daari pemerintah.
Jika si pimpinan keluar dari pemerintahan kira - kira gimana nasib perusahaannya ? 
 
2. Cultural Change
Suatu kisah lucu, sebenanra, rokok yang sering dipakai saat ini, pada awalnya ditujukan bagi kaum hawa/perempuan. Namun, karena ada perubahan cultural, eh nyasar juga kepada kaum lelaki (yang tidak sadar bahwa rokok itu untuk wanita).
 
Dahulu merokok hanyalah merupakan GAYA HIDUP, biasanya cerutu untuk kaum bangsawan. Namun kemudian ada perusahaan melakukan inovasi membuat produk rokok yang lebih simpel, kecil untuk wanita. Dan inilah yang saat ini paling laku.
 
Perusahan juga harus cepat tanggap menanggapi perubahan budaya dalam lingkungan produknya
 
3. Technical Change
Hal ini meliputi masalah teknologi, Contoh, prosesor yang selalu berkembang, laptop, dll. Salah satu alasan kenapa Warren Buffet tidak suka saham - saham teknologi adalah karena biasanya perubahan teknisnya amat cepat, sehingga kalah cepat sedikit saja, maka akan kalah bersaing dan mati.
 
Ingat dulu perang antara AMD dan INTEL?
 
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com

Monday, September 22, 2008

Balajar FA : Analisa Model Revenue, Net Income dan Debt

Silahkan lihat gambarnya.
 
Model yang CUKUP baik terlihat pada BBCA, dimana terlihat Revenue yang meningkat seiring dengan peningkatan net income. Hal ini menandakan bahwa Manajemen BBCA mampu mengendalikan pengeluaran (COST). 
Hal yang berbeda terjadi pada BDMN, walaupun revenue meningkat namun net income malah turun, walau tahun 2007, mengalami pemulihan. Hal yang sama juga terjadi pada BMRI, revenue masih TERGOLONG STABIL, namun net income pada tahun 2005 turun drastis. Kami tidak menyelidiki kenapa hal ini terjadi, namun jika dipakai BBCA sebagai perbandingan, maka penurunan pada tahun 2005 di BMRI perlu dicermati lebih lanjut.
 
Sedangkan dari DEBT, terlihat ada pertumbuhan debt yang cukup signifkan dari BBCA. Namun kami masih menilai positif untuk hal ini, sebab juga ada penambahan Net income mengikuti penambahan debt.
Seharusnya jika debt naik, maka NET INCOME juga harus naik sebab perusahaan akaan memilii beban untuk membayar pokok dan bunga hutang.
 
Jika dipakai perbandingan BMRI, BDMNan BBCA, terlihat bahwa DER (Debt equity ratio) BBCA yang terendah dengan 0,047x. Sedankan BDMN 1,18x dan BMRI 0,5.
 
Berarti, jika diniliar daeri DER nya, mka hutang BDMN adalah sekitar 20x hutang BBCA dan Hutang BMRI adalah sekitar 10x hutang BBCA.
 
DER yang kecil manandakan bahwa perusahaan punya KESIAPAN dalam menghadapi perubahan jaman sehingga tidak perlu mengambil pinjaman baru. Selain itu, denan DER yang makin kecil membuat perusahaan lebih bebas bergerak. sebab tidak ada beban pokok dan bunga hutang yang membebani net income. Selain itu juga, jika DER kecil, maka perusahaanakan lebih leluasa untuk mengambil HUTANG BARU, sebagai FINANCIAL LEVERAGE (Daya yngkit Financial) untuk meningkatkat net income di masa depan.
 
Hutang tidak selalu jelek namun alangkah baiknya jika tidak ada hutang. Hutang yang digunakan dengan baik dapat membuat perusahaan makin maju. Namun jika di salah gunakan atau jika tidak digunakan dengan baik akan membuat perusaan makin merugi.
 
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com

Friday, September 19, 2008

Forex Gain / Forex Loss : Transaksi Derivative

Kadang dalam laporan keuangan kita melihat adanya Forex Loss / Forex Gain, bingung ??
Inti dari transaksi derivative adalah untuk pengamamanan NILAI terhadap suatu resiko fluktuasi di masa depan, lebih lengkapnya Berikut Penjelasannya :
 
*By Arialexari
 
DERIVATIF (sumber beberapa buku/bacaan dan artikel)
Daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai pada periode  yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Derivatif : " Sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product)".  Misalnya di pasar Modal, acuan pokok transkasi investasi/trading para investor/trader adalah saham, derivatifnya LQ45.

Derivatif digunakan oleh perusahaan APOL, Pembuat kapal  dan lembaga keuangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif diantaranya opsi, kontrak berjangka (future trading) dan swap. 
Derivatif dapat mengacu pada pada berbagai jenis aset seperti misalnya komoditi, saham atau obligasi, suku bunga, nilai tukar mata uang atau indeks ( seperti indeks pasar saham, indeks harga konsumen (CPI-Consumer Price Index), atau bahkan indeks kondisi cuaca ataupun derivatif lainnya). Tampilan dari aset termaksud dapat menetapkan harga ataupun saat pembayaran.

Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan resiko ataupun mengambil suatu resiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran. Jenis utama derivatif adalah kontrak berjangka (futures), kontrak serah (forward), opsi dan swap.
Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :

•   Derivatif yang ditransasikan diluar bursa
atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya opsi pembuatan Kapal) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.

   Derivatif yang diperdagangkan di bursa
atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.

Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan resiko. Contohnya, produsen kapal dapat menjual kontrak berjangka atas hasil kerjanya kepada agen penjual sebelum kapal tersebut selesai dilakukan. Si produsen kapal melakukan lindung nilai atas resiko naik atau turunnya harga bahan baku dan si agen penjual  menerima pengalihan resiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Produsen kapal mengetahui secara pasti nilai jual produksi yang akan diperolehnya kelak dan si agen penjual akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.

•   Opsi
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan didepan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun.
Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike

•   Swap
Adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum. Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.

HEDGING
Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang. Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan.
Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang dilaksanakan di Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang sama dengan komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik.
Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang. Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan.
Hedging timbul didasari oleh ketidakpastian akan masa yang akan datang. Apakah musim hujan akan datang sesuai perkiraan? apakah keamanan barang saya terjamin? apakah harga minyak akan tetap bulan depan? Semua ketidakpastian ini mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan guna mengurangi resiko yang ada.
Asuransi kebakaran adalah salah satu contoh bentuk hedging terhadap resiko kebakaran. Bentuk lain adalah pembayaran dalam mata uang dollar untuk pembelian minyak mentah, yang dilakukan pembeli untuk melindunginya dari resiko tidak stabilnya mata uang negara asal penjual minyak. Bursa komoditi juga merupakan salah satu bentuk dari hedging untuk memastikan terjaminnya suplai komoditas yang diperlukan produsen satu ke yang lain.
 Hedging juga merupakan cara untuk memastikan ketersediaan suatu produk di masa mendatang dengan harga yang telah ditetapkan dari sekarang untuk melindungi penjual dan pembeli dari resiko kelangkaan maupun kelebihan suplai yang dapat membuat harga fluktuatif.
Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang dilaksanakan di Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang sama dengan komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik.
Hedging ini bertujuan untuk Memperkecil atau menghilangkan resiko kerugian atas ketidakpastian harga yang mungkin terjadi pada saat transaksi di pasar fisik nantinya,. Jadi dengan melakukan hedging kerugian yang terjadi akan ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh atas transaksi yang dilakukan di bursa berjangka.

Para pelaku hedging ini biasa disebut hedger, yang terdiri atas hedger pembeli (hedge long) dan hedger penjual (hedge short).
Hedger Pembeli umumnya berencana akan membeli komoditas di pasar fisik di masa yang akan datang untuk melindungi transaksinya dari fluktuasi. Hedger pembeli biasa nya dilakukan oleh kalangan eksportir, prosesor, pengguna bahan baku seperti pabrik, dan sebagainya.

Hedger Penjual atau hedge short adalah hedger yang akan menjual komoditas tertentu di pasar fisik di masa yang akan datang. Untuk melindungi harga penjualan komoditasnya, hedger akan membuka kontrak berjangka sekarang dengan posisi short (jual). Selling hedge biasanya dilakukan oleh para produsen, terutama para petani, dengan tujuan untuk melindungi dari kemungkinan penurunan harga komoditas pada waktu panen.

Banyak pihak yang sebenarnya bisa memperoleh manfaat dari transaksi hedging ini, yakni para produsen komoditas, petani, pengusaha, konsumen, investor, juga bursa berjangka serta pialang berjangka bila jenis transaksi tersebut digiatkan. Dan di Indonesia sendiri sebagai salah satu negara komoditas utama di dunia sangat berpotensi untuk mengembangkan lebih jauh pasar berjangka dengan salah satu manfaatnya dilakukan transaksi lindung nilai fluktuasi harga komoditas.
 
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com


Thursday, September 18, 2008

Siklus Ekonomi

Silahkan lihat chartnya.

Slump / Resesi / Lembah
  • Pengangguran Tinggi
  • Tingkat permintaan beli rendah atrau daya beli yang rendah bila dibandingkan dengan daya produksi yang terpasang / tersedia untuk menghasilkan barang konsumsi. Yang berakibat pada rendahnya laba perusahaan 
  • Perusahaan bisa merugi
  • Keyakinan akan masa depan makin kecil / menipis. Bisa ditandai dengan anjloknya Index harga saham gabungan
  • Perusahaan tidak bersedia mengambil resiko investasi baru.
  • Jika lembah ini cukup dalam = RESESI
Pemulihan / Recovery
  • Nesin - mesin tua mullai diganti
  • Kesempatan kerja, pendapatan serta pengeluaran konsumsi meningkat
  • Harapan akan masa depan makin cerah (IHSG naik)
  • Penjualan dan laba meningkat
  • Investasi yang tadinya (pada lembah/resesi) dianggap beresiko kembali diminati karena pandangan atau keyakinan akan masa depan berbalik dari pesimisme menjadi optimisme
  • Karena permintyaan meningkat, sedangkan pada fase slump tersedia fasilitas produksi twerpasang yang banyak maka perusahaan denganm udah dapat meningkatkan produksi dengan cara mempergunakan kembali apa yang ada serta menggunakan tenaga kerja yang menganggur
Puncak / Peak
  • Penggunaan kapasitas terpasang pada kondisi tertinggi
  • Mulai merasakan kurangnya tenaga kerja, terutama tenaga kerja ahli / terampil
  • Kekurangan bagan baku
  • Output hanya dapat ditingkatkan dengan menambah investasi baru yang memerlukan waktu
  • Kenaikan permintaan diikuti dengan kenaikan harga, DEMAND > SUPPLY
  • Biaya cenderung meningkat (COST Meningkat) namun Price (harga jual ==>> Sales) juga meningkat
  • Kegiatan usaha umumnya masih sangat menguntungkan
  • Hingga mencapai BOOM, ditandai dengan IHSG Super BULLISH. 
Resesi / Slump ==>> Jatuhnya GNP Riel
  • Permintaan menurun
  • Pendapatan rumah tangga menurun
  • Lba usaha turun
  • Investasi yang tadinya menguntungkan dengan kurangnya permintaan akan barang menjadi tidak menguntungkan / tidak menarik / makin beresiko
Titik Balik



 
=======================================
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot.com